Manfaat Survei Angket Penilaian Guru dan Dampak Buruknya



Manfaat Survei Angket Penilaian Guru
dan
Dampak Buruknya
Penulis : Muhammad Adam Hussein, S.Pd, P.QHi
www.gurumotivator.com
www.adamsains.us

Manfaat Survei Angket Penilaian Guru dan Dampak Buruknya – Sebetulnya yang akan kita bahas bukan hanya manfaat survei angket penilaian guru tapi juga ada dampaknya yang wajib diketahui. Dari sekian banyaknya manfaat tak bisa dipungkiri ada dampak buruknya juga kepada seorang guru. Hal apa sajakah yang menjadi manfaat dan dampak buruknya. Dapat kita ikuti dari ulasan yang terperinci berikut. Dengan mengungkapkan hal ini semoga menambah wawasan dan keilmuan sehingga tidak terlalu bingung ketika dihadapkan adanya survei angket yang disebarkan oleh sekolah kepada semua siswa-siswi yang ada di sekolah tersebut. Juga tidak terlalu kaget dengan hasilnya karena terjadi bisa saja positif dan negatif kepada kita. Apalagi umumnya siswa-siswi itu jujur apa adanya tanpa ada ketakutan untuk mengungkapkan pendapatnya sesuai dengan kenyataan yang ada. Beruntunglah kalau hasilnya positif, karena mereka menilainya sangat objektif. Kalau guru menilai guru umumnya tidak akan efisien ataupun akurat karena cenderung ada subjektif yang ditonjolkan. Misalnya ada perasaan tidak suka terhadap guru tersebut maka penilaiannya tidak akan sesuai fakta tapi akan disangkutpautkan dengan sikap ingin menjatuhkan. Ataupun misalnya ada rasa segan kepada guru lain umumnya saling memberi komentar yang baik. Ya akhirnya penilaian objektif tidak didapatkan. Sebab itu, yang menjadi target sasaran adalah siswa-siswi, mereka yang diajar oleh seorang guru yang berbeda mereka jugalah yang mampu menilai kualitas mengajar dan mendidik gurunya tersebut.

Konsep Survei Angket Penilaian Guru
Berbicara konsep survei angket penilaian guru umumnya tiap sekolah akan berbeda dalam konsep yang dimilikinya. Tergantung dari sudut pandang apa yang perlu dinilai yang ditujukan kepada seorang guru.

Konsep Pertama dari SMTI Padang

Sumber : http://www.smtipdg.sch.id/survey/index.php/survey-penilaian-kinerja-guru


Guru memberikan motivasi kepada siswa.
a. Selalu.
b. Sering.
c. Kadang-kadang.
d. Jarang.
e. Tidak pernah.

Guru berpakaian rapi dan sopan.
a. Selalu.
b. Sering.
c. Kadang-kadang.
d. Jarang.
e. Tidak pernah.

Guru menjelaskan materi pembelajaran dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti.
a. Selalu.
b. Sering.
c. Kadang-kadang.
d. Jarang.
e. Tidak pernah.

Guru menggunakan bahasa yang santun.
a. Selalu.
b. Sering.
c. Kadang-kadang.
d. Jarang.
e. Tidak pernah.

Guru menyampaikan kriteria penilaian.
a. Selalu.
b. Sering.
c. Kadang-kadang.
d. Jarang.
e. Tidak pernah.

Guru memberikan penilaian/memeriksa tugas yang diberikan.
a. Selalu.
b. Sering.
c. Kadang-kadang.
d. Jarang.
e. Tidak pernah.

Guru menguasai materi pembelajaran yang diajarkan.
a. Selalu.
b. Sering.
c. Kadang-kadang.
d. Jarang.
e. Tidak pernah.

Guru melibatkan siswa dalam pembelajaran.
a. Selalu.
b. Sering.
c. Kadang-kadang.
d. Jarang.
e. Tidak pernah.

Guru menanggapi pertanyaan/jawaban siswa dengan respon yang positif.
a. Selalu.
b. Sering.
c. Kadang-kadang.
d. Jarang.
e. Tidak pernah.

Guru meninggalkan tugas bila berhalangan hadir.
a. Selalu.
b. Sering.
c. Kadang-kadang.
d. Jarang.
e. Tidak pernah.

Guru memberikan umpan balik terhadap tugas dan ujian yang diberikan.
a. Selalu.
b. Sering.
c. Kadang-kadang.
d. Jarang.
e. Tidak pernah.

Guru disiplin dalam pembelajaran.
a. Selalu.
b. Sering.
c. Kadang-kadang.
d. Jarang.
e. Tidak pernah.

Konsep Kedua dari SMK YASPI Syamsul ‘Ulum Kota Sukabumi
Seperti berikut lihat gambar dibawah.

Sumber : Staf TU SMK YASPI Syamsul 'Ulum Kota Sukabumi

Konsep Ketiga dari Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Berikut arsip dari penulis ketika menyebarkan survei angket penilaian guru. Dimana konsepnya berupa kesan dan pesan kepada seorang guru yang bersangkutan. Umumnya ini untuk dokumentasi pribadi seorang guru. Dimana sistem pelaksanaannya bisa dalam 1 tahun 2x sesuai dengan semester. Atau cukup sekali dalam satu tahun bisa dilakukan pada semester 1 atau bahkan semester 2. Tapi sebaiknya dilakukan pada semester 1 jika sewaktu-waktu sekolah pun menyebarkan survei angket penilaian guru maka kita sudah siap dengan hasilnya karena sudah dilakukan penelitian sebelum sekolah tersebut melakukan penelitian. 

Sumber : Dokumentasi Pribadi Kesan Pesan Mengajar Konsep Muhammad Adam Hussein, S.Pd


Kesimpulan Konsep Survei Angket Penilaian Guru
Tiga konsep diatas dapat digunakan secara kombinasi atau memilih salah satunya disesuaikan saja dengan kebutuhan sekolah atau kebutuhan yang diinginkan. Karena tiga konsep tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi apabila dilakukan kombinasi konsep bisa menghasilkan yang luar dari prediksi yang diharapkan.

Manfaat Survei Angket Penilaian Guru
Ada beberapa hal yang dapat disampaikan sebagai manfaat dari adanya survei angket penilaian guru seperti berikut:
1.     Sekolah dapat mengetahui kualitas guru dalam mengajar.
        Ya dengan mengetahui kualitas guru dalam melakukan pembelajaran maka kualitas sekolah pun akan ikut terangkat. Karena sekolah itu ditunjang oleh guru berkualitas pula bila menginginkan sekolah maju.

2.     Sekolah dapat menjaga kualitas guru yang sudah ada.
        Dengan mengetahui mana guru yang berkualitas dan tidak maka sekolah tersebut mampu menjaga kualitas sekolahnya. Dimana misalnya gurunya tidak berkualitas seperti: jarang hadir, tidak memberi tugas ketika berhalangan hadir, dan lainnya. Pasti pembelajaran akan terganggu dengan banyaknya materi yang belum tersampaikan. Dengan sekolah yang sudah berprestasi di bidang kualitas guru pasti akan menjadi nilai positif di masyarakat yang menyebabkan mereka tidak ragu untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah tersebut sekalipun berstatus sekolah swasta.

3.     Guru dapat mengembangkan potensi SDM kependidikannya.
        Ya setelah guru tersebut mengetahui sejauh mana kualitasnya dalam mengajar, ia akan mampu mengembangkan dirinya mana yang harus dipertahankan dan mana yang harus dihindari atau tidak dilakukan. Dengan begitu guru yang berperan sebagai pembelajar akan terlaksana dengan baik. Sehingga profesionalitas seorang guru tersebut tidak akan diragukan lagi oleh pihak sekolah, oleh pihak peserta didik, maupun oleh pihak masyarakat.

        Bahkan bisa jadi setelah guru tersebut eksis karena kualitasnya maka bisa jadi banyak tawaran untuk mengajar di sekolah yang menginginkan dirinya. Sehingga tawaran demi tawaran yang diluar dugaan bisa saja terjadi. Bahkan gaji juga bisa lebih berpotensial dibandingkan di sekolah yang utamanya atau sekolah yang sebelumnya. Tapi hal itu biasanya jarang sekali disebabkan hasil survei angket menjadi rahasia sekolah tidak menjadi rahasia publik sehingga mungkin hanya guru tersebut yang hanya mengetahui kualitasnya dengan cara bertanya kepada staf TU yang kebagian merekap data survei angket penilaian guru.

4.     Guru tidak akan menilai kualitas dirinya sendiri.
        Dengan adanya survei angket penilaian guru sehingga seorang guru tidak akan menduga-duga tentang kualitas yang dimiliki oleh diri mereka. Karena survei angket tersebut juga disasarkan kepada siswa-siswi maka hasilnya menjadi sangat objektif sesuai dengan realitanya. Tidak akan ada kecurangan untuk mendapatkan pandangan atau komentar positif karena yang menentukan adalah kualitas guru  itu sendiri.

5.     Sekolah tidak akan kehilangan wibawa.
        Dengan mendapatkan guru yang berkualitas maka sekolah tersebut tidak akan kehilangan wibawa sebaliknya akan mendapatkan wibawa. Dimana masyarakat akan membanggakan anaknya bersekolah di sekolah tersebut. Bahkan menjadi viral marketing pada akhirnya dimana mereka akan mengajak masyarakat lain untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah tersebut.

Dampak Buruk Survei Angket Penilaian Guru
Ada beberapa hal yang menjadi dampak buruk survei angket penilaian guru ini, seperti :
1.     Guru yang jarang hadir dan cara pembelajarannya tidak menyenangkan akan diketahui oleh pihak sekolah.
        Dimana guru yang memiliki kualitas kurang baik akan diketahui dan otomatis ini akan berdampak buruk terhadap kualitas dirinya di mata kepala sekolah. Sehingga kepala sekolah memungkinkan untuk melakukan pemanggilan berupa pemberi peringatan atau bahkan yang terburuknya dilakukannya pemutusan hubungan kerja (phk). Pernah terjadi di sekolah penulis sendiri ada seorang guru yang dipanggil kepala sekolah karena jarang hadir kemudian akhirnya diberi peringatan, terus ada guru yang hobinya selfie saat sedang kbm berlangsung pada akhirnya jam mengajar terganggu dan menjadi diketahui oleh pihak kepala sekolah karena saran dari siswa-siswi tersebut.

2.     Guru terancam dikeluarkan oleh pihak sekolah.         
        Ketika kepala sekolah mengetahui kualitas seorang guru yang mengajar di sekolahnya maka itu akan bernilai. Ketika mendapatkan nilai positif dari siswa-siswi maka guru tersebut akan mendapatkan posisi yang baik bahkan dipercaya untuk memegang jabatan lain selain jadi guru bidang studi misalnya wali kelas, pembina osis, ataupun jabatan lainnya. Tapi sebaliknya kalau mendapatkan nilai negatif dari siswa-siswi maka kepala sekolah akan menganggap hal itu buruk dan menjadi ancaman posisi bisa jadi misalnya yang tadinya mengajar semua kelas menjadi mengajar kelas 2 – 3 saja, atau bahkan diminta untuk pindah mengajar di sekolah lain, atau paling tidak diperingati untuk kehadirannya kalau masih tidak ada perubahan bisa terjadi pergantian guru bidang studi yang dipegangnya.

3.     Guru merasa takut dengan hasil survei angket penilaian gurunya ditakutkan menilai buruk terhadap kualitas yang dimilikinya.
        Ya benar, sebab terkadang tidak semua guru tahu hasil survei angket penilaian guru yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. Hanya staf TU dan kepala sekolahlah yang tahu sebab itu guru harus cerdik-cerdik tahu tentang penyebaran survei angket tersebut paling tidak. Sehingga ia tidak akan kaget kalau di akhir tahun ajaran ia mendapatkan panggilan dari kepala sekolah.

Manfaat Survei Angket Penilaian Guru dan Dampak Buruknya – Itulah sejumlah uraian tentang manfaat dan dampak buruk adanya survei angket penilaian guru yang dilaksanakan oleh sekolah. Untuk mengetahui kualitas guru yang mengajar di sekolahnya tersebut. Hal itu memang ada manfaatnya juga ada dampak buruknya sekalipun begitu. Tetap kita tidak harus takut dengan adanya hal tersebut. Tapi percayalah kalau kita punya kualitas yang beda dan sangat pontensial positifnya. Karena kalau tidak percaya dengan kualitas sendiri bisa mempengaruhi konsentrasi pada akhirnya. Semoga kita bisa mengembangkan potensi SDM kependidikan yang dimiliki lebih daripada sebelumnya, dan terus menginovasi strategi pembelajaran yang seru, mengasyikkan dan juga efisien menghasilkan pembelajaran yang menerap ke dalam jiwa dan mental siswa-siswi kita.


DOWNLOAD FORMAT SURVEI ANGKET PENILAIAN GURU

  

SUMBER SURVEI ANGKET

Staf TU SMK Yaspi Syamsul Ulum Sukabumi (2015/2016)

Dokumentasi Pribadi dari Survei Kesan Pesan Pembelajaran yang dilakukan oleh penulis sendiri.

http://www.smtipdg.sch.id/survey/index.php/survey-penilaian-kinerja-guru


SUMBER ARSIP

Muhammad Adam Hussein, S.Pd
Manfaat Survei Angket Penilaian Guru dan Dampak Buruknya
Sukabumi, 6 Desember 2016

Subscribe to receive free email updates:

20 Responses to " Manfaat Survei Angket Penilaian Guru dan Dampak Buruknya"

  1. Keren artikelnya, untuk pelajaran update terus sob

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, akan membantu staf TU yang membutuhkannya.

      Ataupun referensi bagi guru yang ingin melakukan survei penilaian kinerja guru untuk arsip pribadinya.

      Siap mas, ini blog keduanya yang fokus ke dunia pendidikan.

      Yang kebetulan juga saya berlatarbelakang sarjana pendidikan khusus dibidang Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).

      Makasih buat kunjungannya.

      Hapus
  2. Info ini sangat berguna untuk saya, apalagi informasinya memuat hal hal penting tentang manfaat survei angket penilaian guru. Terimakasih kepada penulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama kembali, semoga termotivasi menjadi guru kelak setelah membaca artikel ini, :)

      Makasih buat kunjungannya.

      Hapus
  3. Info nya membantu gan..tingkatkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas sama-sama kembali, alhamdulillah kalau terbantu mah.

      Siap mas, silakan kunjungi lagi aja ya lain waktu.

      Hapus
  4. Sodara perempuan saya guru SD, belum pernah ngasih angket ky gitu mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh gitu, memang yang semacam ini diberlakukan oleh sekolah yang berkualitas mas biar guru yang didapatkan itu juga berkualitas.

      Silakan aja download format survei penilaian gurunya yang udah disediakan.

      Hapus
  5. Guru dalah pahlawan tanpa tanda jasa. Sangat bermanfaat untuk meningkatkan peran guru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mas, betul biar profesionalisme seorang guru semakin terlatih dan semakin meningkat. Semoga bisa menginspirasi guru yang lain.

      Hapus
  6. makasih mas cari guru yang berkualitas lebih baik :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama kembali mas, iya memang itu perlu.

      Semoga bisa menginspirasi sekolahnya atau gurunya.

      Hapus
  7. Wah kebetulan nih saya sedang mencari ini..
    lumayan gan makasih banget..
    ini juga bermanfaat banget untuk teman saya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukurlah kalau bermanfaat, jangan malu-malu buat download ya?

      Semoga dapat segera diterapkan disekolah temannya.

      Hapus
  8. Semoga dengan guru yang berkualitas melahirkan murid yang berkualitas juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Allahuma Aamiin, itu mas kalau kelola dari sekolahnya tertata pasti guru yang didapatkannya pun akan berkualitas. Karena guru adalah aset sekolah, yayasan, maupun pemerintah.

      Hapus
  9. Infonya bagus nih, update terus bro :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya siap mas, silakan dikunjungi lagi lain waktu.

      Pasti bakalan paham dunianya mengajar dan menjadi guru itu seperti apa.

      Hapus
  10. Balasan
    1. Mengajar di SMK YASPI Syamsul 'Ulum Kota Sukabumi dan SMKS Komputer Abdi Bangsa Kota Sukabumi.

      Kenapa gitu bu?

      Hapus